Jagalah Kehijauan Bumi Kita

Bumi dan segenap isinya adalah titipan Allah SWT semata, jangan biarkan ia rusak dan binasa. Kerusakan alam terjadi karena perilaku manusia yang telah malampaui batas...

Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit

Jangan menganggap duniamu sempit, dan cita-citamu kecil. Ketahuilah bahwa hidup ini luas, seluas langit dan bumi. Maka gantungkan cita-citamu setinggi langit dan luaskan cakrawala pengetahuanmu seluas semesta.

Hidup Ini Terus Berjalan

Musim terus berganti,berputar hingga sampai nanti bumi berhenti. Mahklukpun terus bergerak, dari kecil ke dewasa, dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karenanya, jangan menangisi kegagalan dan jangan sombong dengan kesuksessan.

Dinginnya Kegagalan dan Kesendirian

Suatu waktu hatimu pernah beku, bisa karena sedih, atau karena tiada seseorang disisimu. Jika masa itu tiba janganlah susah. Lekas kobarkan kembali api semangat dalam dirimu. Beku itu muncul karena hatimu sendiri yang kehilangan keyakinan.

Setiap Kita pun Bisa Mencapai Puncak

Sungguh sangat membanggakan apabila kita bisa berjuang dan sukses mencapai puncak. Pendaki yang sukses mencapai puncak bukan pendaki yang tak pernah gagal. Tapi ia adalah pendaki yang mau belajar dari tiap kegagalan agar bisa ke puncak.

Monday, January 24, 2011

Dimarahin Guru

Hari ini tanggal 24 Januari 2011. Pada jam kosong pelajarannya Pak Adi ada kejadian yang membuat ngeri kelas kami, yaitu diceramahin sama Bu Hartatik. Penyebabnya teman-teman yang laki-laki lempar-lemparan tanah liat hingga menyebabkan dinding kelas kotor kena timpukan tanah liat yang masih basah.

Untung temanku yang bernama Ali tanggung jawab dengan ulahnya itu, sedangkan teman-temanku yang lain sibuk membersihkan baju biru putihnya yang kotor.

Huh,... akhirnya kami yang perempuan kena getahnya harus membersihkan dinding yang kena kotoran tanah liat.

SMPN 1 Prambon Nganjuk selalu ramai

Pada saat pulang sekkolah di SMPN 1 Prambon banyak sekali kegiatan Yaitu, Pramuka, Karawitan, mengolah sampah daun. Sebelum pramuka anak OSIS melatih upacara kelas VIII-7.

Setelah selesai upacara semua anak OSIS yang laki-laki mengikuti kegiatan Pramuka, di Pramuka itu materinya adalah menggambar. Selesai mengikuti kegiatan pramuka, semua anak OSIS menuju TPA, selain anak OSIS yang melakukan penggilingan juga ada kelas VII-7, VII-8, VII-9 dan Pak KeBon.

Kelas VII-7 masuk pukul 13.00 sampai jam 14.00 tugasnya adalah mengambil sampah daun, memilah sampah kertas dan plastic. Selesai mengambil daun, memilah sampah kertas dan plastik, kemudian absen. Begitu pula kelas VII-8. Kelas VII-9 masuk sekitar pukul 15.00 sampai jam 04.00, tugasnya adlah mencangkuli tanah yang ada di TPA, kemudian dibawa ke selatan TPA untuk menguruk bagian taman yang lubang. Bersamaan itu hujan turun dengan deras, tapi mereka tetap semangat sampai selesai.

Oleh : Eko

Thursday, January 20, 2011

Jijik Yang Tidak Sia-Sia

Jijik. Itulah yang dirasakan para tim sampah perempuan saat pertama kali memulai kegiatan. Yaitu memilah sampah daun yang kemudian digiling untuk menuju proses pembusukan agar menjadi kompos. Awalanya memang jijik, namun dengan semangat Adiwiyata, semua itu tiada artinya. Karena kegiatan ini juga merupakan bagian dari adiwiyata.

Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh anggota OSIS saja, tetapi juga dibantu oleh Pak Kebun dan kelas VII 1 sampai VII 3 dimana kelas VII digilir setiap waktu untuk membantu memilah dan menempatkan sampah daun di karung-karung. Keluh kesah memang terdengar di sana sini, Namun dengan gotong royong semua itu dapat terlupakan.

Manfaat dari kegiatan tersebut kini sudah dapat dirasakan dari pihak sekolah. Sampah daun yang sudah menjadi kompos, kini dimanfaatkan untuk pupuk organik tanaman-tanaman di sekolah. Sungguh pekerjaan yang tidak sia-sia. Semoga kegiatan ini tetap berlanjut dan berkembang. (Triwulansari)

Wednesday, January 19, 2011

Kakak Drum Band Ngamuk

Hmmmm.... hari ini capek banget, gara-gara adik-adik Drumband gak semangat banget kalo latihan. Pengennya menang sendiri aja. Padahal kakagnya ja udah pada capek ngelatih adiknya terusssss.... Nggak nyadar kali ya.

Nah, karena pingin adik-adiknya diem, maka beberapa kakak mulai akting marah-marah, eh tapi adiknya malah menjadi-jadi. Bukannya kembali disiplin justru mereka malah nglamak kemana-mana. Jadi deh, yang awalnya cuma akting-aktingan menjadi marah beneran, hahahaha...

Truz adiknya setelah tahu kakaknya marah beneran sebagian menjadi diam, tapi ada satu orang yang malah sewot ama kakak-kakak senior, siapa lagi kalau bukan ketua Sie. Apresiasi seni dari kelas satu. Bueh... capek deh.

Hari ini memang betul-betul melelahkan... moga-moga esok gak begini lagi.

Oleh : Primey

Cilik Menyakitkan

Pada tanggal 18 Januari 2011 tepatnya pukul 13.30 kelompok anak para Arjuna OSIS SMPN 1 Prambon melakukan kegiatan rutin setiap pulang sekolah. Kegiatan itu adalah daur ulang sampah yaitu sampah kertas dan daun. Pada daur ulang sampah daun tidak ada masalah sedikitpun. Tetapi pada daur ulang sampah daun yang tertimbun muncul masalah, yaitu ribuan semut hitam menyerang anggota yang melakukan daur ulang sampah.

Akibat dari kejadian ini banyak anggota Arjuna OSIS ini mengalami gatal-gatal kemudian bentol-bentol.  Tapi tak lama berselang, masalah itu teleh berhasil disikat habis para Arjuna di medan sampah. Dan pada akhirnya daur ulang sampah selesai dengan sangat sukses.

Oleh : Rizal

Friday, January 14, 2011

Smasa Basket Ball Competition

On December 13 to 14 January 2011, Our School follow the preliminary round basketball competition organized by SMA Negeri 1 Nganjuk and is followed by schools in Nganjuk.

Boy's team competed at the date of January 13, 2011 at 2:00 p.m. to 3:00 p.m. versus basket ball team from SMPN 3 Bagor with the won achieved by our team with the final score 34-6

While the women's team competed at the date of January 14, 2011 versus SMPN 2 Nganjuk. Because at that time in the field the match was rained then the time at the retreat so at 16:00 to 17:00. The end result of this match was won by the team from SMP 2 Nganjuk with a score of 10-9

Efrata

Thursday, January 13, 2011

The First Try Out Report

More than half my friends did not pass the class IX when, following the National Exam Practice early last week. Even more pathetic again, the average value of all subjects tested ranged from 5 to 6 values.

Yet according to me, a matter that is given by the committee is not difficult, but why do we fall in the value until it destroyed?

But the basis of friends, they are not sad but rather indifferent, as if he would not give a damn. Though this year's re-examination did not exist, so if you do not pass it must participate Package B.

Oh God, I hope the next exam training can be getting better, not like today again.

Clearly I must be getting a lot to learn, and practice about the course. I do not want to have nightmares where I really fall in value and sad.

Amen

Adiwiyata On My School

Dizziness!!
Every day should hear the teacher lecture about Adiwiyata. Indeed Adiwiyata it important? He he he ...

According Adiwiyata I was not too often be a theory, but quite the contrary must often in practice. We must be willing to truly live in and conduct Adiwiyata real, not just theory. Useless too much theory but in fact zero. What is sadder is that we fight for Adiwiyata as if just want to get the award, was then back again as before, ouch ....

Friends, do not like it. We must realize Adiwiyata as a way of life. Teachers also have pioneered in front, do not just speak it but in reality even do things that are not Adiwiyata.

If all the elements that exist in school we really want to run a lifestyle in accordance with Adiwiyata, then I think no longer need a lot of theory and coercion, all will run as normal and fun, even without being asked all would run according to the value of life with sincere and Adiwiyata gladly.

But is it possible? Yes we'll see tomorrow, is it true that these expectations will materialize?